Prediksi Final Euro 2008: Pertempuran Sengit di Lini Tengah

2008-06-27 0 comments

Setelah resmi dibuka awal Juni lalu, akhirnya Euro 2008 akan menggelar partai puncak yang memunculkan dua kekuatan tradisional eropa yaitu Jerman dan Spanyol di babak final yang akan digelar tanggal 29 Juni besok di Ernst Happel Stadium, Vienna, Austria. Seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya, hal ini menarik mengingat kedua tim ini sebelumnya memiliki reputasi yang bertolak belakang. Der Panzer Jerman dengan julukan tim spesialis turnamen dan La Furia Roja Spanyol dengan julukan tim spesialis kualifikasi! Saya akan membahas kedua tim ini secara holistik.

Der Panzer Jerman

Tim Uber Allez ini menjadi tim pertama yang lolos ke babak final. Secara historis, sepakbola tak bisa dijauhkan dari negeri Angela Merkel ini. Jerman memiliki sejarah yang kuat di ajang sepakbola internasional dengan tiga kali juara Piala Dunia dan Piala Eropa. Terakhir kali Jerman menjadi juara adalah tahun 1996 ketika golden goal Oliver Bierhoff membungkam tim kuda hitam Republik Ceko di partai puncak di Wembley, Inggris.

Enam tahun terakhir merupakan era kebangkitan der panzer setelah sempat terpuruk di Euro 2000 ketika mereka menjadi penghuni dasar klasemen. Ya, saat itu Jerman memang sedang kehilangan generasi lantaran masih saja diperkuat pemain yang memperkuat mereka di Italia'90 yaitu Lothar Mattheaus.

Kebangkitan mereka dimulai dengan era Bayern Muenchen ketika menjadi juara liga champions eropa tahun 2001 dan diteruskan oleh prestasi mereka ke partai puncak Piala Dunia 2002 ketika mereka tak diunggulkan. Ketika itu, nama Michael Ballack tengah meroket setelah bergabung bersama klub barunya, Bayern Muenchen.

Dua tahun kemudian, mereka kembali terpuruk di ajang Euro 2004 sebelum akhirnya tampil menawan di hadapan publik sendiri di Piala Dunia 2006 dengan menjadi juara ketiga. Pondasi kokoh Juergen Klinsmann sebagai pelatih ketika itu telah diwarisi oleh Joachim Loew hingga kini. Nama-nama belia seperti Bastian Schweinsteiger, Phillip Lahm, dan Lukas Podolski telah menjelma sebagai senjata pembunuh yang mematikan.

Penampilan Jerman di Euro 2008 ini awalnya memang tak ada yang spesial. Menang tipis dari Austria (1-0), mengalahkan Polandia (2-0), dan sempat bertekuk lutut di tangan Kroasia (1-2). Namun tren itu berubah di level knockout. Mereka memperlihatkan karakter permainan juara ketika melumat Portugal dan Turki masing-masing dengan skor 3-2 melalui pertandingan yang mendebarkan sebelum akhirnya sampai ke babak final.

Pola 4-2-3-1 yang memperkokoh lini tengah mereka dan keberanian Loew untuk tidak memasang Mario Gomez sebagai starter adalah titik balik performa Jerman. Michael Ballack dan Schweinsteiger bisa lebih bebas bergerak dengan dukungan gelandang bertahan Simon Rolfes dan Thomas Hitzlsperger ataupun Torsten Frings. Podolski menjadi liar dalam mengobrak abrik pertahanan lawan dan Klose, juga memiliki ruang yang lebih besar di kotak penalti lawan. Formasi ini juga menutupi kelemahan duo bek sentral Jerman yaitu Per Mertesacker dan Christoph Metzelder dalam hal kecepatan.

Jens Lehmann masih menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang nantinya. Arne Freidrich akan mencoba menutup lubang pertahanan sisi kanan, seperti yang sering dilakukan oleh Phillip Lahm di sisi kiri. Kesembuhan Frings akan menjadikan pilihan bagi sang pelatih yang kemungkinan akan menerapkan passing-passing pendek nan cepat dalam membangun serangan.

Formasi Jerman menurut perkiraan saya adalah sebagai berikut:
Jerman, 4-2-3-1
Jens Lehmann (K); Arne Friedrich, Per Mertesacker, Christoph Metzelder, Phillip Lahm (B); Torsten Frings, Thomas Hitzlsperger, Bastian Schweinsteiger, Michael Ballack, Lukas Podolski (T); Miroslav Klose (D)

La Furia Roja Spanyol

Tim yang satu ini sering "dikecengin" sebagai tim yang tak bermental juara. Setidaknya, dalam 20 tahun terakhir, tim ini tak memiliki prestasi emas di dunia internasional. Satu-satunya gelar yang mereka miliki adalah Piala Eropa 1964 yang digelar di negeri sendiri.

Secara umum, tim matador Spanyol memiliki materi pemain kelas dunia. Bahkan yang terbaik di turnamen ini. Pemain sekelas Iker Cassillas, Xavi Hernandez, David Villa, Fernando Torres, dan Cesc Fabregas menghiasi skuadron Luis Aragones menuju Austria-Swiss. Dan melalui merekalah, Spanyol berhasil memecahkan kutukan bahwa mereka selalu gagal berprestasi di ajang internasional.

Permainan Spanyol terlihat memukau ketika mereka menaklukkan Rusia di pertandingan pembuka dengan skor 4-1 lewat satu-satunya hattrick yang tercipta di Euro kali ini oleh David Villa. Namun perlahan performa mereka menurun dengan kemenangan tipis 2-1 atas Swedia lewat gol telat yang lagi-lagi diciptakan oleh David Villa.

Partai perempat final melawan Italia diwarnai adu gengsi antara dua kiper terbaik sejagat saat ini, yaitu Gianluigi Buffon dan Iker Cassilas. Cassillas lebih beruntung karena dia berhasil memblok tendangan penalti Daniele De Rossi dan Antonio Di Natale. Spanyol lolos ke semifinal dengan penampilan yang jauh dari kata kreatif.

Di semifinal, mereka kembali bersua Rusia. Dan sekali lagi mereka melumat tim beruang merah dengan marjin yang sama, namun kali ini dengan skor 3-0. Cesc Fabregas memberikan bukti kepada dunia bahwa ia adalah pemain muda berkelas pada malam itu. Namun kemenangan itu harus dibayar mahal dengan cederanya David Villa yang kemungkinan akan absen di partai puncak nanti.

Di turnamen kali ini, sebenarnya Spanyol lebih sering menggunakan formasi 4-4-2 dengan duet ujung tombak David Villa dan Fernando Torres. Namun cederanya Villa dan kokohnya lini tengah Jerman kemungkinan akan memaksa Aragones memainkan satu penyerang saja dengan dukungan lima gelandang kelas dunia seperti Marcos Senna, Xavi Hernandez, Cesc Fabregas, Andres Iniesta, dan David Silva. Penyerang tunggal tampaknya masih aman menjadi milik striker Liverpool, Fernando Torres. Pertahanan Spanyol masih mengandalkan sang jendral Iker Cassilas. Kemungkinan tidak terjadi perubahan di sektor ini dengan menempatkan Sergio Ramos, Carles Puyol, Carlos Marchena, dan Joan Capdevilla sebagai bek.

Formasi Spanyol menurut perkiraan saya adalah sebagai berikut:
Spanyol (4-2-3-1) :
Iker Cassilas (K); Sergio Ramos, Carlos Puyol, Carlos Marchena, Joan Capdevilla (B); Marcos Senna, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Cesc Fabregas, David Silva (T); Fernando Torres (D)

Prediksi Pertandingan

Jerman memiliki visi pertandingan yang baik dan Spanyol dipenuhi oleh pemain-pemain berbakat. Pertandingan akan diwarnai duel lini tengah yang ketat antar kedua tim ini. Spanyol akan lebih banyak mengambil inisiatif serangan dan penguasaan bola, karena memang itu karakter sepakbola mereka. Jerman tetap akan menunggu sambil mengandalkan kreativitas Schweinsteiger dan Podolski. Saya memperkirakan tim Spanyol akan kesulitan menembus barikade pertahanan Jerman. Sementara Jerman akan membahayakan gawang Iker Cassilas lewat serangan balik yang mematikan.

Secara mental, Jerman pun lebih unggul dibandingkan lawan mereka yang baru merasakan atmosfer partai final pertamanya dalam 44 tahun terakhir. Semoga prediksi saya tidak salah lagi seperti kemarin, jika Jens Lehmann tidak melakukan kesalahan fatal dan tampil dengan form terbaiknya, sulit untuk menahan laju panser menjadi juara eropa kali ini.

Jerman - Spanyol : 55-45



Read the full story

Keajaiban & Elegi di Euro 2008 (Part 2)

Siapapun mungkin setuju jika saya mengatakan Euro 2008 ini adalah yang terbaik sepanjang sejarah jika dilihat dari kualitas pertandingannya. Kejutan demi kejutan bermunculan seiring dengan elegi yang dinyanyikan oleh sejumlah tim besar. kata-kata "never say die" pun seolah menjadi semboyan pada Euro kali ini. Dan slogan mereka, "expect emotion" berhasil tertancap dengan baik, meski bukan dari kualitas penyelenggaranya, melainkan dari kualitas pesertanya.

Turnamen empat tahunan ini telah memunculkan dua kekuatan tradisional eropa yaitu Jerman dan Spanyol di babak final yang akan berlangsung tanggal 29 Juni besok di Ernst Happel Stadium, Vienna, Austria. Hal ini menarik mengingat kedua tim ini sebelumnya memiliki reputasi yang bertolak belakang. Der Panzer Jerman dengan julukan tim spesialis turnamen dan La Furia Roja Spanyol dengan julukan tim spesialis kualifikasi! (Prediksi Selengkapnya...)

"Kembali ke laptop..." (Minjam istilah Mas Tukul)

Bagi saya, Euro 2008 ini adalah turnamen yang paling berkesan karena menyajikan ketegangan yang deras dan berkelok-kelok seperti halnya alur cerita Digital Fortress yang dikarang oleh Dan Brown. Saya akan coba memberikan kesimpulan mengenai peserta Euro 2008 dan jalannya turnamen.

Sembilan menit emas milik Turki

Pertama, saya (dan tentu anda) sangat terkesima dengan performa tim Turki yang dikomandoi oleh seorang tactician hebat bernama Fatih Terim. Bagi saya, Turki adalah tim yang paling menghibur di Euro 2008 ini, selain pantang menyerah, dua pertandingannya yaitu melawan Republik Ceska dan Jerman di semifinal adalah pertandingan terbaik di Euro 2008 (setidaknya sebelum partai final). That's it, mereka selalu berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dahulu di menit-menit terakhir. Mereka benar-benar memberi inspirasi tentang kata-kata "you can do it!!" Bayangkan saja, semifinalis Euro 2008 ini jika ditotal hanya mampu unggul dalam tempo 9 menit saja, yaitu satu menit ketika melawan Swiss, 3 menit ketika melawan Ceska, dan 4 menit saat melawan Jerman. Empat tokoh menjadi sorotan saya dalam permainan mereka.

Pertama tentu saja kapten Nihat Kahveci. Ia adalah seorang kapten yang sangat baik dan pandai memotivasi rekannya (hal yang tidak dimiliki Thierry Henry di Prancis). Terlihat ketika melawan Ceska saat Kazim Kazim bermain buruk, dia lah yang men"encourage" rekannya itu.

Kedua dan juga ketiga adalah Hamit Altintop dan Arda Turan. Mereka adalah inspirator permainan Turki yang begitu meraja lela di lapangan tengah. Altintop mencatat dua assist ketika Turki mengirim pulang Ceska dengan skor 3-2. Sementara Arda, selain dia mencetak gol balasan pertama ke gawang Petr Cech, dia adalah pahlawan Turki dengan gol telatnya melawan tuan rumah Swiss yang menyebabkan Turki menang 2-1.

Keempat tentunya adalah sang bos Fatih Terim. Masih terngiang di benak saya ketika Terim membawa Galatasaray menjuarai Piala UEFA di tahun 2000 lalu dengan menaklukkan Arsenal di partai puncak dengan adu penalti. Setelah itu, ia menangani la viola Fiorentina. Dia adalah seorang motivator yang handal dan tak pernah panik meskipun kondisinya terjepit.

Keempat tokoh itulah yang bersinergi untuk membawa Turki menjadi Raja comeback di Euro 2008 bersama pemain lain. Sebenarnya, Euro 2004 lalu, Ceska juga melakukan hal yang sama ketika selalu tertinggal di tiga pertandingan penyisihan grup, setelah itu balik memenangkan pertandingan. Kala itu, Ceska masih diperkuat pemain senior Pavel Nedved. Tapi Turki lebih luar biasa karena mereka bisa melangkah sejauh ini dengan kondisi pemain cedera yang banyak disertai hukuman akumulasi kartu. Dunia pasti selalu mengenangnya.

"Pengkhianatan" Guus Hiddink

Anda semua tentu sangat familiar dengan tokoh ini bukan? Tokoh yang membawa Korea Selatan menjadi semifinalis Piala Dunia 2002 dengan menyingkirkan Italia dan Spanyol. Hiddink memang telah menjelma sebagai "dewa" bagi negeri-negeri sepakbola medioker. Australia pun sempat dibawanya ke 16 besar Piala Dunia 2006, sebelum dihentikan penalti kontroversial Fransesco Totti di menit 93.

Kali ini Guus Hiddink memimpin Rusia menuju medan laga. Hiddink memang sedikit beruntung, bayangkan, jika saja Inggris tidak "ble'e" dan takluk di tangan Kroasia di akhir kualifikasi November kemarin, pasukan beruang merah tersebut takkan sampai ke Austria-Swiss.

Hiddink mengawali laganya dengan kekalahan telak 1-4 dari Spanyol yang secara materi memang diatas mereka. Namun setalah itu, berturut-turut Rusia menaklukkan juara bertahan Yunani dan Swedia. Nama Andrea Arshavin pun meroket di partai ketiga penyisihan grup ketika ia mencetak gol kedua ke gawang Andreas Isaksson.

Penampilan Hiddink dan pasukannya memuncak ketika berhasil mendepak tim favorit Belanda di perempat final dengan skor 3-1. Jujur, saya sendiri kaget melihat dahsyatnya performa Rusia kala itu, terutama Arshavin, Denis Kolodin, dan Roman Pavlyuchenko. Tapi yang lebih dahsyat adalah sebuah fakta bahwa tim oranje disingkirkan oleh sebuah tim yang diarsiteki seorang meneer Belanda dengan cara yang biasa dilakukan oleh Belanda ketika bermain di semifinal!

"Sebuah pengkhianatan yang sempurna." Begitulah tulisan media setempat tentang kemenangan Hiddink. Tapi sayang, anak asuhannya menjadi anti klimaks di semifinal kemarin ketika mereka kembali diacak-acak oleh tim matador Spanyol dengan skor telak 0-3.

Visi cerdas der panzer dan tarian indah ala oranje

Euro kali ini juga memperlihatkan sebuah pertunjukkan menarik dari mantan juara Euro beberapa edisi sebelumnya yaitu Jerman dan Belanda. Jerman, tim ini mengawali laganya dengan mengkhawatirkan. Menang dengan permainan buruk melawan Polandia, kalah dari Kroasia dan menang tipis dari tuan rumah Austria lewat tendangan bebas Michael Ballack.

Tiga pertandingan itu (terutama dua terakhir), bagi saya tidaklah menunjukkan kualitas der panzer yang sebenarnya. Melainkan menunjukkan keras kepalanya Joachim Loew dalam memaksa salah satu striker terburuk di kejuaraan ini yaitu Mario Gomez untuk menjadi starter. Bahkan seorang Bastian Schweinsteiger dicadangkan dan perannya diambil alih oleh Clement Fritz, yang notabene berposisi asli sebagai bek sayap kanan

Perubahan mulai terjadi di babak perempat final ketika mereka menaklukkan Portugal yang berpenampilan lebih baik di penyisihan grup. Nama Schweinsteiger muncul ke permukaan seolah "meluluhkan" keras kepala-nya Loew dalam memakai 4-4-2 dengan Mario Gomez-nya. Pola 4-2-3-1 diterapkan dengan sangat baik kala itu. Dan visi bermainlah yang memenangkan mereka dalam duel melawan seleccao yang ditangani calon pelatih Chelsea, Luis Felipe Scolari.

Selain itu, mental panser mereka terbukti di babak semifinal, keunggulan 2-1 lewat gol Miroslav Klose di menit 79 memang gagal dipertahankan ketika 7 menit kemudian, Semih Senturk membobol jala Jens Lehmann. Namun akhirnya mereka menghukum Turki dengan "gol telat" Phillip Lahm di menit 93. Jerman memang layak ke final.

Lantas bagaimana Belanda? Semua penggemar sepak bola di dunia menganggap mereka lah yang paling pantas juara, setidaknya sebelum partai perempat final melawan Rusia. Prestasi menggebuk dua finalis Piala Dunia 2006 dengan marjin tiga gol bukanlah sebuah prestasi sembarangan. Selain itu, mereka meraihnya dengan permainan yang indah dan memukau ketika seni bertahan yang baik digabungkan dengan serangan balik cepat dan visi permainan yang luar biasa dari Wesley Sneijder dan Rafael Van Der Vaart. Gol-gol mereka tercipta dengan indah. Terutama dua gol Sneijder dan gol Arjen Robben ke gawang Gregory Coupet. Segalanya benar-benar menghilangkan stigma yang dituduhkan oleh pelatih Argentina Alfaro Basile jika sepakbola Eropa adalah pragmatis, mementingkan taktik dan mengesampingkan keindahan. Namun sayang, perjalanan indah mereka kali ini harus dihentikan oleh Guus Hiddink, yang notabene orang Belanda! Sungguh Ironis.

Itu adalah sebagian kecil dari kisah keajaiban-keajaiban seputar Euro 2008. Bagaimana tentang kisah-kisah sedih dan prediksi partai final? Semua itu akan hadir di artikel berikutnya. Namun singkatnya, saya masih mengunggulkan Jerman untuk mengulang kejayaan 12 tahun yang lalu.


Salam...
Read the full story

Kerusuhan Atmajaya, antara Politisasi dan Ketololan

2008-06-25 8 comments

Sungguh,saya tak pernah habis berpikir tentang kerusuhan yang terjadi di dekat kampus Atmajaya. Kenapa? Kenapa?

Sebuah mobil avanza ber nomor polisi B 1019 PQ habis terbakar. Aksi ini diikuti oleh penyandraan sebuah bus milik pemprov DKI Jakarta. Ada yang bilang ini demo menentang harga BBM, ada juga yang bilang ini aksi solidaritas pada mahasiswa Unas yang meninggal beberapa hari yang lalu.




Well, sebenarnya ini bukan masanya saya lagi untuk menganalisa hal-hal kurang penting seperti ini. Seperti apa kata mas Pandji dalam lagunya "Ada Yang Salah" tren ini sudah berlangsung sekitar tahun 60-an dan hasilnya? NIHIL!!! jika dibandingkan dengan kemacetan dan perusakan fasilitas-fasilitas umum lainnya. Tapi jujur, saya sangat tidak menyukai aksi-aksi yang berujung anarkis karena hal itu membuktikan tidak inteleknya para demonstran dalam menghadapi manuver-manuver pemerintah. Meski saya cukup bisa merasakan emosi mereka ketika dua orang mahasiswa mereka ditabrak oleh mobil polisi hingga masuk rumah sakit. Salah seorang korban bernama Arif Aprianto. Arif bahkan terluka pada bagian mata sebelah kanan akibat terkena fiber glass yang terlepas akibat semburan water canon. Tapi kata pak Zainuddin, intinya adalah pengendalian diri! Kalau ngrusak polisi sih OK lah, lha ini... rakyat jadi korban!!!




Untuk kemungkinan aksi pertama, BBM. Saya nggak akan membahas mendalam tentang aksi menuntut kenaikan harga BBM karena bagi saya BBM memang sudah waktunya untuk naik, tapi cerdas dong! BBM nggak akan mungkin turun lagi kan? (secara politis sulit) Coba pikirin gimana cara "hedging" kenaikkan harga BBM yang berarti "naiknya" pengeluaran dengan sebuah aksi tentang "naiknya" pemasukan secara agregat. Seperti demo kenaikkan UMR misalnya untuk mengimbangi hal itu. (Kalau mau pragmatis lho...)

Yang ini apa? mahasiswa-mahasiswa yang katanya berbekal moral dan intelektual itu malah nyusain banyak orang, mulai dari macet, kerusuhan yang membuat keresahan, nurunin penumpang bus di jalan, dan masih banyak lagi. Bahkan saya 100% yakin kalo sebagian besar dari mereka nggak ngerti tentang duduk permasalahan sebenarnya kenapa BBM itu naik. Nggak ada yang melakukan kajian lebih mendalam lagi. Maklum lah, tahun 2009 semakin dekat!



Kalau memang aksi untuk yang kedua, kasus tewasnya mahasiswa Unas. Saya OK Ok saja karena ini memang tingkah laku brengsek para polisi yang males "disusahin" tapi tetap saja, saya tertawa (karena sudah habis air mata untuk menangis --- quotenya Sorong) dengan kerusuhan ini. Mungkin benar apa kata orang Malaysia, bangsa Indonesia adalah bangsa kuli yang tak beradab dan selalu membangga-banggakan ketimurannya!! (entah kenapa mereka bangga...) Atau mungkin ada kepentingan politis dibalik semua ini? Maaf, untuk yang satu ini, saya sedang malas berspekulasi.

Semoga tak ada anak UI low-end yang nimbrung di 'drama kolosal' tadi malam
Read the full story

Road to Final Euro 2008

2008-06-18 0 comments

Firstly I wanna say: selamat kepada tifosi azzuri atas tiketnya ke 8 besar. Italia memang pantas lolos karena memang lebih baik dari Prancis maupun Rumania, "The Ble'e Team". Saya nggak membahas lebih dalam lagi mengenai lolosnya Italia, karena saya yakin, sohib saya yang mengklaim dirinya mencintai tim azzuri sampai mati sebentar lagi akan "mengebom" friendster dengan buletin board-nya. Disini kita akan coba berandai-andai tentang semifinal.

Here we go, kita mulai dari pertandingan malam nanti untuk memperebutkan satu tiket sisa ke babak 8 besar antara Swedia dan Rusia. Menurut saya, Swedia masih lebih unggul dari Rusia, baik dari sisi kualitas pemain maupun pengalaman. Kemenangan Rusia atas Yunani kemarin memang bisa dijadikan modal, tapi dalam pertandingan malam ini, Rusia yang hanya bermodal semangat akan menyerah tipis dari Swedia.

Partai 8 Besar pertama akan mempertemukan runner-up Euro'04 Portugal melawan Juara Euro 96 Jerman. Menurut saya, Portugal, meskipun penampilannya tak terlalu istimewa, masih memiliki peluang yang lebih besar untuk memenangi pertandingan. Sedikitnya dengan marjin dua gol. Mereka memiliki pertahanan yang cukup solid dan lini tengah yang lebih "bergoyang". Hal ini bisa menutup lini depan yang "tidak berkelas". Sementara Jerman? Ok, Jerman sempre Jerman. Mereka adalah ras bangsa Arya yang sangat yakin dengan kemampuannya dan selalu bermental baja. Namun absennya Bastian Schweinsteiger lantaran kartu merah serta keras kepalanya Joachim Loew dalam memasang salah satu striker terburuk di Euro 2008 ini yaitu Mario Gomes, bisa jadi kendala. Portugal semakin berkibar!

Setelah itu, kita akan bicara mengenai Kroasia dan Turki. Ini adalah sebuah prediksi yang sangat sulit mengingat dua tim ini penuh kejutan. Lini belakang Turki akan mendapatkan ujian cukup berat dengan absennya Demirel Volkan, lantaran kartu merah tidak penting melawan Ceska. Satu kelebihan Turki adalah semangat pantang menyerahnya yang selalu membuat mereka melakukan comeback dahsyat di babak penyisihan. Lini tengah Turki akan sangat solid dan kemungkinan merekalah yang mengambil inisiatif serangan. Sementar Kroasia, tim besutan Slaven Bilic ini memang bagus di putaran grup, bahkan mereka mampu menaklukkan Jerman, tim favorit juara. Kekuatan mereka kali ini akan muncul dalam strategi bertahan yang alot. Dalam tiga pertandingan, baru Lukas Podolski yang sanggup membobol pertahanan mereka. Pertandingan bakal berakhir seri sampai level adu tendangan penalti. Dan untuk urusan yang satu ini, Kroasia lebih baik dari Turki. Kroasia melenggang mulus!

Partai ketiga mempertemukan tim yang sedang hot-hotnya, Belanda melawan jagoan Skandinavia yaitu Swedia. Well, mungkin saya selaras dengan prediksi sebagian besar masyarakat dunia bahwa Belanda masih unggul segala-galanya atas Swedia. paling tidak mereka akan menang tipis dengan selisih satu gol. Swedia tak terlalu istimewa di putaran grup, meski nyaris menahan imbang Spanyol. Namun, mereka memiliki determinasi kuat yang sering "nyusahin" tim-tim unggulan. Tapi sayang, Belanda terlalu superior untuk mereka taklukkan. Belanda melaju ke semifinal!

Partai terakhir adalah Italia bertemu Spanyol. Spanyol memiliki materi pemain yang diatas kertas lebih baik dari Italia. Namun seperti biasa, mereka belum memiliki mental hebat. Spanyol seringkali tidak konsisten dalam penampilannya. Mereka hebat melawan tim medioker, namun loyo melawan tim besar. Italia? well, menurut saya mereka masih akan bermasalah di lini belakang yang rapuh. Duet striker Spanyol terlalu ampuh untuk mereka, meskipun duet maut itu takkan mencetak gol banyak ke gawang Gianlugi Buffon. Terlebih, absennya kreator serangan Andrea Pirlo dan si badak Gennaro Gattuso akan memperlemah lini tengah Italia yang kemungkinan akan diisi Massimmo Ambrosini dan Daniele De Rossi. Sementara Simone Perrotta masih labil karena belum sembuh total dari cederanya. Dalam pertandingan kali ini, saya yakin Spanyol menang dengan skor tipis. Spanyol lolos ke semifinal!

So, what about the final? Pertempuran antara favorit juara Portugal melawan tim kejutan Kroasia akan mengawali dua laga semifinal. Diatas kertas Portugal lebih unggul, namun Kroasia bukanlah tim semenjana yang mudah ditaklukkan. Kejeniusan Felipao akan menghadapi darah muda Slaven Bilic yang menggebu-gebu. Kroasia penuh dengan kejutan, namun mental mereka tidak cukup kuat menghadapi Portugal. Portugal unggul tipis dan peluang Cristiano Ronaldo untuk menjadi pemain terbaik dunia tahun ini kian terbuka. Portugal lolos ke final!

Semifinal kedua akan mempertemukan dua tim dengan karakter menyerang antara tim oranye Belanda melawan tim matador Spanyol. Belanda merupakan tim yang paling sempurna di Euro kali ini, saya rasa mereka akan menunjukkan superioritas mereka di partai ini. Spanyol? mereka bukannya tim yang buruk, namun tetap saja, masalah mental menghantui mereka. Catat! saya memprediksi Spanyol lolos semata-mata karena hilangnya roh permainan Italia Andrea Pirlo! Spanyol akan menyerang, namun efektivitas permainan Belanda dan gemilangnya penjaga gawang Edwin Van Der Saar akan menjadi penentu Belanda lolos ke final. Belanda tak terbendung!

Jadilah perang di stadion Ernst Happel, Vienna akan menjadi partai ulangan 16 besar piala dunia 2006 lalu antara Belanda & Portugal. Sebuah pertandingan yang menyebabkan keluarnya 4 kartu merah dan 16 kartu kuning oleh Valentin Ivanov. Siapakah yang akan berjaya selanjutnya? Tunggu cerita dari saya ^_^
Read the full story

Keajaiban & Elegi di Euro 2008 (Part 1)

2008-06-14 0 comments

This is their elegy
Do you know what they feel?
This is their elegy
Do you believe it's real?
Will they hold you in their arms again?--- (Leaves Eyes)
Berlin, 2006
Italia memenangkan gelar juara dunianya yang keempat kalinya selepas menaklukkan Prancis dalam drama adu penalti. Fabio Grosso menjadi pahlawan Italia saat itu dengan gol penaltinya ke gawang Barthez. Italia menang 5-3. Selain mentahbiskan kapten Fabio Cannavaro menjadi pemain terbaik dunia pada tahun yang sama, duel final itu juga menceritakan tentang kartu merah legenda sepak bola Zinedine Zidane setelah menanduk dada Materazzi.

Austria-Switzerland, June 2008
Mereka kembali bermain di ajang piala eropa 2008. Prestasi mereka empat tahun yang lalu tidak cukup membanggakan. Italia tersungkur di penyisihan grup setelah kalah bersaing dengan Swedia dan Denmark, sementara Prancis takluk di tangan sang juara Yunani lewat gol tunggal Angelos Charisteas. Di euro 2008 kali ini, mereka kembali bertemu setelah pertemuan di babak kualifikasi sebelumnya. Mereka berada di grup neraka bersama Rumania dan Belanda. Dua nama terakhir praktis tidak diunggulkan sebelumnya untuk lolos dari grup ini. Sayang, kedua tim ini bermasalah dengan cedera, terutama Cannavaro yang harus absen di Euro 2008.

Namun fakta yang terjadi justru sebaliknya. Pertandingan pembuka grup ini dihiasi dengan pertandingan "amatiran" ala Prancis dan Rumania. Pertandingan tersebut berakhir imbang tanpa gol dan mencatat rekor (bagi saya) sebagai pertandingan terburuk sepanjang hidup yang pernah saya tonton.

Drama mulai tumbuh ketika "keajaiban Bern" jilid dua berlangsung. Tarian indah oranye Belanda menyihir pasukan Azzuri Italia dan memaksa sang juara dunia itu takluk 0-3. Donadoni menjadi kambing hitam atas kegagalan pasukannya karena kesalahannya dalam memasang starting eleven. Kritikan mulai berdatangan, bahkan dari pemainnya sendiri. Catenaccio alias pertahanan grendel ala Italia yang selama ini digembor-gemborkan benar-benar hancur tak berbekas. Malam itu, saya benar-benar melihat Italia "diajari" cara bermain catenaccio yang benar oleh tim Belanda yang notabene adalah tim menyerang.

Sang juara belum menyerah, partai kedua melawan Rumania di stadion "kampung" di Zurich berusaha mereka menangkan. Tetapi mereka tetap gagal. Saya bingung dengan keputusan Donadoni untuk tetap mempertahankan Camoranesi di starting eleven karena menurut saya dia sudah habis. Mereka tertahan 1-1. Panucci dengan cepat menyamakan kedudukan setelah semenit sebelumnya Mutu memanfaatkan kecerobohan Zambrotta. Hasil seri yang sangat memojokkan Azzuri karena baru mengemas satu poin dari dua pertandingannya. Italia sendiri nyaris kalah jika Buffon tak berhasil memblok penalti Mutu. Nyanyian duka mulai terdengar sayup dari tifosi azzuri.

45 menit kemudian, "keajaiban Bern" memasuki jilid ketiganya. Setelah tiga hari sebelumnya Belanda menghajar sang juara dunia Italia dengan marjin tiga gol. Kini giliran sang finalis Prancis yang harus menanggung malu dengan marjin yang sama. Hanya saja, mungkin mereka sedikit terhibur dengan gol indah Thierry Henry. Prancis menyerah 1-4 di tangan Belanda. Stade de Suisse, di Wankdorf, Berne, benar-benar menjadi saksi bisu tarian anak-anak Marco Van Basten itu. Semua gol Belanda benar-benar tercipta sangat indah. Saya menaruh kredit pada dua gol terakhir yang di cetak Robben dan Sneijder. Gol itu menurut saya adalah yang terindah (bersama gol Sneijder ke gawang Italia) selama kejuaraan ini berlangsung (matchday 2 grup C)

Hal ini membuat Belanda memastikan diri menjadi juara grup dengan poin enam. Diikuti oleh Rumania dengan poin dua dan The 2006 Finalists masing-masing dengan poin satu. Berikut adalah skenario kelolosan Rumania, Italia, dan Belanda keperempat final:

Rumania Lolos:
  • Menang dari Belanda
  • Seri dengan Belanda dengan catatan Prancis dan Italia juga seri
Italia Lolos:
  • Menang dari Prancis dan Rumania tidak menang lawan Belanda.
Prancis Lolos:
  • Menang dari Italia dan Rumania tidak menang lawan Belanda.
Melihat skenario ini, saya bisa mengatakan bahwa di Letzigrund Stadion, Zürich akan terhembus sebuah elegi tentang kegagalan Prancis dan Italia, dua finalis piala dunia 2006 karena kemungkinan besar Belanda yang akan tampil dengan sejumlah pemain lapis keduanya takkan ngotot melawan Rumania.

Tapi diluar dari pada itu, saya benar-benar terpesona oleh tarian The Flying Dutchmen. Satu frasa buat mereka Dahsyat Betul !!!

Pertanyaannya, sejauh manakah mereka bisa bertahan???
Read the full story

Italia should miss Mussolini, not Cannavaro

2008-06-10 0 comments

Stade de Suisse, Wankdrof, Bern
9th June 2008. 08:45 P:M

Well, sebelumnya saya mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas hancurnya tembok kokoh catenaccio ala Italia. Saya sampaikan bagi mereka yang mengklaim dirinya adalah seorang “Tifosi Azzuri sampai mati”, masih banyak jalan menuju Vienna. Meskipun tiketnya mahal gara-gara avtur naik., hahaha...

Entah saya bingung kenapa saya bisa melihat Italia dengan pertahanan ala Indonesia di partai pembuka mereka di Euro 2008. That's "beyond" my expectation. Setahu saya, barisan belakang Italia takkan pernah membiarkan Sneijder, Nistelrooy, dan Van der Vaart begitu merajalela untuk mengobrak-abrik pertahanan mereka.


Diluar gol off-side Nistelrooy, Italia tampil dengan pertahanan ala Indonesia di ajang pra piala dunia. Tak ada lagi catenaccio di Italia. Saya setuju apa kata Bung Towel tadi malam. Italia tak bermain seperti Italia. mereka bermain dengan format 4-3-3 ala Belanda. Tapi sayang, itu semua berantakan karena Italia tidak memiliki penyerang sayap sekelas Lionel Messi ataupun Cristiano Ronaldo. Ya, 4-3-3 itu sangat butuh kecepatan dan kreativitas dan itu sangat bertolak belakang dengan kultur sepak bola Italia. Justru Belanda tampil brilian dengan formasi 4-2-3-1. Merekalah yang memainkan catenaccio Italia dan seolah justru Belanda telah mengajarkan bagaimana cara bermain catenaccio yang baik dan benar.

Saya juga menyoroti penampilan Materazzi. Saya pikir dia adalah kartu mati Italia. Bagi saya, tak ada kelebihan Matrix selain bisa mencetak gol dari tendangan pojok. Itulah yang selama ini menutupi kekurangannya. Matrix adalah bek kelas 3 eropa yang seharusnya hanya bermain di klub sekelas Birmingham. Dan itu terbukti tadi malam. Dia kewalahan menjaga gerakan Nistelrooy dan seringkali kehilangan posisi karena kebingungan.

Saya harap Italia bisa menang lawan Rumania karena Euro nggak bakalan seru tanpa tokoh antagonis yang menyebalkan seperti mereka. Well, ngomong-ngomong Euro akhirnya “dimulai” jam 1 malam tadi setelah lima pertandingan amatiran yang lebih pantas disebut partai tambahan. Menurut saya, Italia tidak usah merindukan Fabio Cannavaro karena meski dia sembuh, mungkin tak akan banyak menolong. Mungkin alangkah baiknya jika mereka merindukan Benito Mussolini yang akan membunuh semua keluarga pemain Italia jika Italia tak juara di Euro seperti apa yang ia lakukan di Piala Dunia Italia 1934.

Anyway, Euro 2008 akhirnya "dimulai" jam 1 malam tadi setelah empat "partai tambahan" dan sebuah pertunjukkan sepak bola kampung dan amatiran antara Prancis dan Rumania. Tapi tetap saja, INGGRIS NGGAK LOLOS !!!

---Glory Glory Man United---


Read the full story

Demo tentang harga BBM yang sudah terlanjur naik

2008-06-04 0 comments


Akhir-akhir ini, ada sesuatu hal yang mengusik benak saya. Demo besar-besaran terus mewarnai sudut kota di hampir setiap kota di Indonesia. Kenaikkan harga BBM periode 1 Juni 2008 kemarin seolah berdampak begitu sempurna terhadap kesengsaraan rakyat Indonesia, meski saya pribadi cukup memahami alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

OK lah, saya nggak akan membahas mengenai kenaikan harga BBM karena selain sudah basi, itu juga bukan core competence saya. BBM sudah terlanjur naik, dan tak mungkin diturunkan lagi oleh pemerintah. Saya menjadi teringat akan kata-kata teman saya yang selalu berpikir seminggu kedepan bernama Anton Hermansyah, dia bilang gini ke saya,

"Kita nih anak Mene bos, ngapain sih mikirin harga BBM naik? itu kan emang dah wilayahnya pemerintah. Yang harus kita lakukan adalah gimana caranya menyiasati kenaikkan harga BBM itu biar nggak berdampak negatif buat kita pada khususnya dan perusahaan pada umumnya."

Kedengarannya memang pragmatis, tapi justru itu realistis. Saya pikir hanya buang-buang tenaga, pikiran, dll jika kita terus memperjuangkan penurunan harga BBM.

Bagaimana jika cara pandang kita berubah sedikit. Coba tuntut pemerintah untuk menaikkan Upah Minimum Regional sebagai hedging (penyeimbang) bagi kenaikkan harga BBM. Atau bisa juga tuntutan kenaikkan PTKP (Penghasilan Tak Kena Pajak). Menurut Raden Suparman PTKP sebenarnya ditujukan untuk penghasilan minimum yang dapat dinikmati oleh wajib pajak untuk tetap hidup walaupun sederhana. Istilah yang berkembang di perburuhan adalah UMK atau upah minimum kabupaten. Karena itu, per teori, PTKP tidak boleh lebih kecil daripada UMK.

Seperti apa kata Sun Zhu: "Jika kita kalah perang di medan terbuka, dan apapun yang akan kita lakukan pasti kalah, pindahkan saja medan pertempuran itu ke bukit-bukit."

Salam


Read the full story

Apakah Cukai Rokok Harus Naik? -- Part 1

Tepat di depan lobi FEUI, terpasang sebuah spanduk tentang tuntutan terhadap kenaikan harga cukai rokok sebesar 57%. Logikanya, sedikitnya uang sebesar Rp 113.000 setiap bulannya terogoh dari kocek pribadi orang miskin di Indonesia. Dan rendahnya cukai di Indonesia saat ini sebesar 37%, diyakini semakin menumbuhsuburkan industri rokok tanah air dan semakin menambah tinggi jumlah perokok di Indonesia. Saya sendiri bukan seorang perokok tulen, tapi saya lebih tertarik untuk membahas ini daripada mengikuti kebodohan manusia yang selalu demo tentang penurunan kembali harga BBM!

Secara global, konsumsi rokok membunuh satu orang setiap 10 detik. WHO memperkirakan pada 2020 penyakit berkaitan dengan rokok akan menjadi masalah kesehatan utama di banyak negara. kebiasaan merokok dianggap menjadi entry point pada penyalahgunaan narkotik dan bahan berbahaya lainnya
(http://www.pdpersi.co.id/)

Coba kita berandai-andai seandainya cukai rokok itu diberlakukan, ada beberapa hal yang akan terjadi setelah itu. berikut adalah skenarionya menurut hemat saya:
  1. Kenaikkan cukai rokok, entah berapa pun itu besarannya, akan menjadikan insentif negatif bagi si perokok untuk terus menggandrungi "kekasih" mereka itu. Namun, jika eskalasi kenaikkan hanya tidak seberapa alias tanggung-tanggung, saya kira skenario ini takkan berhasil karena menurut hemat saya, rokok adalah salah satu barang yang inelastis, dimana secara teori, kenaikkan berapapun harganya, takkan mampu "mengusir" pembeli dari "jalan mereka". Mengapa begitu? karena rokok merupakan barang adiktif. Contoh kecilnya adalah ayah saya sendiri. Ayah saya adalah seorang perokok kelas berat, dan tahun 1998, ketika kenaikkan harga rokok Dji Sam Soe hampir mencapai dua kali lipat, hal itu tidak berpengaruh baginya karena menurutnya, lebih baik tak makan seharian dari pada tak merokok sama sekali dalam sehari. Dan jika hal itu terjadi, hal ini bukannya menyukseskan gerakan anti merokok, tapi malah mengantarkan rakyat miskin ke jurang kehancuran. Kenapa, karena dengan itu kita akan "membimbing" mereka melakukan post pengeluaran yang lebih tak semestinya. Survei secara nasional oleh WHO menunjukkan bahwa pria yang tidak sekolah/tidak tamat SD merupakan perokok terbanyak. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin sedikit yang jadi perokok. Sedangkan wanita hanya sedikit yang jadi perokok. Dan persentase manusia tidak berpendidikan di Indonesia saya kira melebihi mereka yang berpendidikan dan bentu piramidanya adalah lurus dengan mereka yang berpendidikan berada di puncaknya. Ketika membuat kebijakan, kita harus tahu bagaimana perilaku konstituen kita. Solusi saya untuk skenario ini adalah: naikkan nilai cukai rokok dengan setinggi-tingginya! (ambil yang paling maksimum dari yang bisa dimaksimumkan/maximax)
  2. Skenario kedua adalah antiseden dari skenario pertama. kenaikkan harga rokok juga akan menjadi insentif negatif bagi perusahaan rokok untuk melakukan produksinya. Siapa sih yang mau ditarik upeti yang tinggi? cukai rokok sudah pasti akan mengurangi laba bersih mereka. That's it, pajak adalah salah satu pengeluaran mereka. Hal ini akan diikuti oleh dua skenario turunan. Yang pertama, mereka akan menaikkan harga jual rokok. Skenario inilah yang diharapkan dengan kenaikkan cukai rokok bukan? dengan kenaikkan harga ini, diharapkan jumlah perokok di Indonesia bisa ditekan dan cadangan devisa pemerintah menjadi menggembung (meski tidak menjamin hal ini). Tapi harus diingat, kenaikkan harga rokok yang diikuti dengan skenario pertama diatas juga bisa menjadikan skenario kedua, yakni menurunnya omzet penjualan dari perusahaan rokok. Well, hal ini secara tidak langsung berpotensi menggiring perusahaan rokok menuju kebangkrutan. Eskalasi penurunan volume penjualan adalah penyebab. Dan hal ini bisa berdampak kepada penurunan harga saham perusahaan rokok (bagi perusahaan besar) dan yang paling parah lagi adalah secara perlahan, hal ini bisa mematikan perusahaan rokok yang berskala menengah kebawah. Dan mungkin anda bisa membayangkan bagaimana nasib para buruh bukan? Angka pengangguran di Indonesia masih beklum dapat ditekan hingga saat ini. Solusi dari saya untuk skenario ini adalah: sebisa mungkin tahan harga cukai rokok supaya tidak naik.
  3. Skenario terakhir adalah kemiripan dari skenario kedua. Bagaimana nasib mereka yang sudah terlanjur menanam tembakau, dan yang lebih ekstrim lagi, mereka yang sudah melakukan transaksi future untuk tembakau (meski itu sudah menjadi resiko mereka, untuk future)
Dilihat dari dua skenario diatas, terdapat sebuah dualisme mengenai kenaikkan harga cukai rokok. Ini semua adalah sebuah zero-sum game. Keuntungan pihak lain adalah kerugian bagi pihak. Saya masih belum bisa memberikan solusi konkrit tentang hal ini karena segalanya berhubungan dengan data (mungkin tulisan selanjutnya akan membahas lebih lanjut mengenai hal ini). Akan tetapi, saya hanya mencoba memberikan sudut pandang saya mengenai hal ini. Jika menilik kondisi ekonomi saat ini dimana kontorbusi cukai rokok masih berada diatas 30% devisa negara, saya pikir kenaikkan cukai rokok kurang tepat jika dilakukan saat ini. kecuali kalau sektor riil yang lainnya sudah berjalan semestinya.


Read the full story

Mari kita bicara soal Front Pembela Islam

2008-06-03 0 comments

"Penyerangan dilakukan anggota Laskar Islam yang berada di luar struktur DPP FPI,"
Habieb Rizieq
, Ketua FPI.

FPI alias Front Pembela Islam saat ini memang tengah menjadi primadona diantara pasukan-pasukan jihad. Terlebih dengan aksi-aksi anarkis yang membuat mereka dianggap sebagai sindikat hooligan di tanah air. Terkadang saya nyebutnya adalah preman insyaf. Mengapa preman? yah karena memang mereka seolah nggak punya otak alias selalu menggunakan otot yang berujung kepada sesuatu hal yang bersifat anarkis. Dan kenapa insaf? Karena mereka selalu membawa nama Tuhan ketika melakukan aksinya. (Entah itu benar atau salah).

Kasus terakhir adalah ketika amukan FPI terhadap anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas ahad kemarin yang menyebabkan korbannya dirawat intensif di berbagai RS di Jakarta. Menurut metrotvnews.com, jumlah korban penyerangan FPI sampai sekarang mencapai 70 orang.

Sebenarnya saya sudah capek berkomentar mengenai perilaku rekan-rekan FPI. Tapi saya bisa menganalogikan mereka dengan pasukan Jepang ketika mereka menyerang Pearl Harbour, pada Minggu pagi, tanggal 7 Desember 1941. That's it, pasukan Jepang dengan semangat berani matinya plus dilandasi ideologi yang luar biasa kokohnya berhasil meluluhlantahkan salah satu pangkalan laut AS yang terletak di Hawaii tersebut. Sebuah istilah, yaitu kamikaze mengingatkan saya kepada perjuangan rekan-rekan FPI saat ini.

Yups, saya mendukung polisi karena mereka sengaja tidak melawan FPI pada saat kasus di Monas. Mengapa? Bagi FPI, mereka sudah berjuang di jalan Allah, dan mereka pun rela mati di tempat saat itu. Hal ini sangat mirip dengan ideologi pasukan Jepang di perang dunia kedua puluhan tahun yang lalu. Bahasa kasarnya begini, di dalam 'medan pertempuran', kaum FPI siap menyerang membabi buta dengan nyawa mereka sebagai taruhannya. Nekatkan mereka?

Bagi dunia lain, perilaku FPI ini secara nggak langsung memang sudah membenarkan apa yang ada dalam film Fitna yang heboh beberapa waktu lalu. FPI telah mencitrakan bahwa Islam itu kejam, teroris, dsb. Bisa jadi, film tersebut hanyalah sebuah pancingan bagi umat Islam untuk menunjukkan "jati diri" mereka yang sesungguhnya. Dan ternyata, hal anarkis yang dilakukan FPI membuat korelasi antara Islam dan teroris menjadi positif. Apakah FPI berpikir sejauh itu? Saya rasa tidak.

Saya sendiri? menurut saya mereka memang sudah berada di dunia lain. That's it, sebuah dunia yang homogen, dan tidak menerima adanya sebuah perbedaan. Mereka mungkin memiliki prinsip kalau tidak bisa di beritahu secara halus yang paling maksimalnya itu adalah dengan menegur secara keras (meski saya nggak yakin kalo keras itu artinya anarkis). Selain itu, mereka juga memposisikan diri sebagai sebuah organisasi yang memegang peranan pengendalian di masyarakat. Tapi terkadang mereka melakukan itu semua secara berlebihan. Contoh kecil terjadi di salah satu tempat di Banyuwangi, Jawa Timur. Saya pernah melihat berita di televisi ketika sebagian anggota FPI menghadapi kasus sengketa tanah. Itukan urusan duniawi dan bisa diselesaikan dengan hukum di Indonesia? tapi dengan seenak jidat para anggota FPI itu menyegel tanah tersebut dan memberikan embel-embel : "Tanah ini milik Allah". Padahal itu cuma masalah antara Paman dengan Keponakannya

Saya jadi nahan ketawa karena itu. Huahahahahahahaha... =))

Maaf jika saya terlalu melakukan judgement yang berlebihan, tapi menurut saya, hanya segelintir orang saja diantara mereka yang tahu betul tentang apa yang mereka lakukan. Selebihnya, mereka hanyalah mencoba tsiqoh terhadap pemimpinnya. Sekumpulan pengikut yang setia, yang telah terdoktrinase secara mendalam oleh propaganda-propaganda mereka. Mereka cuma segelintir manusia yang berpikir biner, yaitu 1 atau 0. Benar atau salah. Bersama kami, atau melawan kami. Semakin banyak yang membenci mereka, maka akan semakin kuat pula "iman" mereka karena itu dianggapnya sebagai cobaan dan rintangan yang harus mereka hadapi dalam "dakwah ala mereka"

Kita sebagai umat islam tak seharusnya membenci mereka, itu hanya akan membuat kita menjadi satu species dengan mereka. menurut saya pembubaran FPI hanya akan memperkeruh suasana karena hanya akan menciptakan sebuah gerakan yang lebih besar di kemudian hari. Solusi dari saya adalah buat mereka tidak mendapat exposure dari media, sehingga apa yang dilakukan mereka terkesan basi!


Read the full story

Wilkommen Euro 2008 -- "Ngesot" Dari Basel Menuju Vienna, Juni 2008

Semula banyak orang berekspektasi bahwa perjalanan dari Basel, salah satu kota di dekat sungai Rhine di negeri seribu bank, Swiss menuju kota terpadat kesepulih di Uni Eropa yaitu Vienna akan menjadi puncak bagaimana sepak bola akan menjadi sebuah mega-industri di dunia yang mampu memutar uang hingga mencapai jutaan atau bahkan puluhan juta euro dalam sebulannya. Saya sendiri dua tahun yang lalu, beberapa menit setelah tendangan penalti kontroversial Fransesco Totti ke gawang Australia di perdelapan final piala dunia di Kaiserslautern dua tahun yang lalu, sudah menyadari itu. Bayangkan saja, turnament sekelas Liga Champions eropa saja yang notabene digelar setahun sekali disinyalir memutar uang sebesar 50 juta euro lebih!

Tapi sayang, saya lihat promosi Euro 2008 ini sangat jauh dari sebuah promosi mega industri yang telah saya impikan dua tahun yang lalu. sebuah lembaga survey pemasaran di eropa hanya menyebut bahwa "brand awareness" masyarakat eropa terhadap penyelenggaraan Euro 2008 sebulan lalu, hanyalah sebesar 69.85 persen. Hal ini sangat jauh jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2006 di Jerman lalu yang sudah berada di level 86,73 persen atau euro 2004 lalu dimana sebulan sebelum penyelenggaraan, level brand awareness sudah berada di kisaran 81,26 persen!

Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Saya melihat ada dua faktor penting yang mungkin menyebabkan promosi Euro 2008 terasa garing:

  1. Swiss sebagai negara penyelenggara memang tidak memiliki budaya yang antusias terhadap sesuatu. Mereka biasa menyambut hal-hal yang besar dengan seadanya saja. Bahkan seorang teman di Lausanne, Swiss membenarkan suatu kondisi dimana rakyat Swiss tidak mengidolai seorang public figure sehisteris masyarakat Asia Timur, terutama Jepang! Begitu pula Austria, negeri ini tidak memiliki sejarah bagus di dunia sepakbola karena mereka baru kali ini bermain di putaran final piala Eropa, Itu pun karena tuan rumah!
  2. Tidak Lolosnya Inggris ke Euro 2008! Well, suka nggak suka, tim Inggris saat ini adalah ekuitas merk terkuat di dunia. mulai dari cara hidup mereka yang glamor, prestasi klub mereka di Liga Champions dalam kurun waktu empat tahun terakhir, dsb. Siapa menyangsikan kepopuleran Beckham, Terry, Rooney, Gerrard, Ferdinand, dan banyak lagi. Bahkan menurut saya, secara obyektif, mereka masih lebih populer secara merk dibandingkan sang juara dunia 2006 Italia. Keberadaan Cristiano Ronaldo di timnas Portugal pun ternyata tidak cukup memberikan exposure kepada perhelatan terakbar sepak bola eropa ini. Selain itu, Inggris juga dikenal dengan kelakukan Hooligan-Hooligannya yang "lucu-lucu" dan "eye-catching". Coba aja kalo anda melihat sindikat bapak-bapak yang bertelanjang badan dan menggunakan celana pendek selutut, perutnya buncit, badannya gendut, kulitnya merah kalo kena panas, dan hobi menenggak minuman--yang biasa disebut orang islam sebagai Khmer, dan menyanyikan lagu-lagu "Lions of the gold Generation". Itulah Hooligan Inggris!

Yah itulah sekiranya hipotesa saya terhadap "ketidak berhasilan" promosi Euro 2008. Jika anda tak percaya, silakan anda melakukan riset tersendiri dengan pemicu diatas dengan bimbingan ex-dosan MRB saya yang paling ganteng yaitu Bpk Rachmadi Agus Triono :P

Tapi paling nggak saya tetap berharap, tanpa Inggris, Euro 2008 tetap akan menjadi proyek pemutaran uang yang prospektif, sehingga hal ini bisa dijadikan tolok ukur untuk penyelenggaraan Euro selanjutnya. Pertanyaannya, siapkah anda berinvestasi di proyek Euro 2012 di Polandia-Ukraina dalam bentuk apapun?


KOeboeran BERsama, 1:07 AM 6/3/2008
Salam,


NB: Gue Pegang Portugal Jadi Juara Euro 2008!!!


Read the full story