Cerita Lebaran Dari Paman Sam

2008-10-06 Leave a Comment

Taqabalallahu Minna Wa Minkum

Lebaran tahun ini mungkin menjadi lebaran yang paling nggak banget dalam hidup saya. Karena mayoritas waktu luang saya hanya habis untuk menonton TV saja. Jakarta-Padang-Magelang memang tak begitu jauh, namun untuk berkunjung ke tempat saudara yang bukan keluarga inti, entah mengapa hati ini merasa enggan, karena biasanya saudara yang berkunjung ketempat saya. (kata-kata terakhir mohon jangan terlalu dipercaya)

Ya, selama seharian lima harian menonton TV yang sering diwarnai oleh pesona Warkop DKI, perhatian saya tertuju kepada tiga buah acara. Yang pertama adalah acara VOA Pop Notes yang menggambarkan kehidupan warga Indonesia di Amerika. Dalam episode spesial lebaran dari acara yang biasanya dipandu oleh si manis nan menggemaskan Vivit Kavi ini, kita dapat mengetahui bagaimana kehidupan para muslim di AS yang ternyata begitu mempesona. Toleransi dan saling menghormati terasa kental di negara yang sekitar 78,5% dari 305,339,000 penduduknya berkeyakinan bahwa Yesus Kristus adalah juru selamat mereka. Sementara, para penganut ajaran Muhammad hanya sekitar 0,6% saja.

Saya terpesona ketika melihat warga muslim Philadelphia berlebaran di gereja katedral disana. Hal itu terjadi karena muslim di Philadelphia tidak memiliki masjid atau tempat beribadah sebagai tempat berkumpul. Umat kristiani yang hidup berdampingan dengan mereka tanpa ragu memberikan kesempatan bagi umat muslim untuk menjadikan gereja sebagai tempat berkumpul mereka. Bahkan para pengurus gereja membantu dan memfasilitasi kegiatan yang bukan menjadi milik mereka. Suatu hal yang tidak umum di Indonesia bukan? Saya nggak mau ambil pusing dengan ungkapan jika hegemoni barat akan menghancurkan dunia atau bangsa Amerika adalah bangsa yang biadab. Toh, sampai sekarang, bagi saya mereka lebih beradab dan educated dari pada yang 'mengatai' (mboh opo ki basane) mereka. Apakah mereka juga lebih biadab daripada Imam Samodra cs? Anda mungkin punya pandangan sendiri.

Yang kedua adalah tentang US election antara calon dari Partai Republik yaitu John McCain versus Barack Obama dari Partai Demokrat. Kebetulan saya mengikuti sedikit perkembangan kedua calon presiden sekaligus senator AS yang mendukung RUU Bailout senilai US $ 700 M sebagai dana talangan krisis finansial Amerika ini. McCain adalah sosok yang konservatif menghadapi Obama, seorang profesor yang berpikir secara sistematis. Debat antara keduanya yang berlangsung di University of Mississippi pun berlangsung seru meski kesannya, ketika ditanya masalah solusi krisis finansial AS, mereka masih menyembunyikan trik-triknya demi kepentingan politik. CNN dan Opinion Research Corp menjaring opini soal perdebatan itu. Hasilnya memperlihatkan, 51% responden mengatakan Obama tampil lebih baik dan hanya 38% yang memuji McCain. Soal topik ekonomi, Obama didukung 58% dan hanya 37% yang mendukung McCain. Soal Irak, yang menjadi keunggulan McCain, ia hanya unggul tipis, 52% berbanding 47%.[1]



Begitu pula debat antara My Friend Hot Mom (MFHM) Sarah Palin sebagai pasangan Mc Cain dan Joe Biden. Saya menyebut Palin MFHM tak lebih karena parasnya yang cantik dan menarik. Gubernur negara bagian Alaska ini adalah mantan Miss Alaska. Sementara Biden, yang merupakan pasangan Obama, merupakan pedebat yang ulung, sedikit terlihat dia lebih menguasai materi dari pada Palin yang publik AS sendiri meragukan kapasitasnya. Saya setuju apa kata pak Wimar, Palin memang tampil beyond expectation dengan menunjukkan gaya debat yang menarik. Tapi substansi dari statement-statement-nya tetap lemah dan kurang didukung data yang akurat, terutama perihal perang Irak. Debat Palin-Biden sendiri mampu menarik sekitar 70 juta pemirsa AS dan melebihi penonton acara debat antara John McCain dan Barack Obama dan tercatat sebagai debat calon wakil presiden yang paling banyak ditonton.

Setelah melihat debat kandidat presiden AS tersebut, saya sedikit menengok ke budaya debat orang Indonesia. Saya mencoba kembali membandingkan keduanya. Meski kubu republik terlihat tidak terlalu kuat ketika debat, baik dari presiden maupun wapresnya, namun ke-elegan-an mereka tetap terjaga. Tepuk tangan yang sopan, tidak teriak-teriak, dan mendengarkan lawan ketika berbicara sekali lagi menjadi bukti bangsa barat memang (lebih) beradab. Coba kita lihat debat sampah yang ditayangkan TV-One setiap hari rabu malam. Isinya hanyalah orang teriak-teriak yang fanatik terhadap pihak yang mereka dukung, nggak peduli dia benar ataupun salah. Secara substansi pun isinya kurang lebih nol besar dan tidak banyak menambahkan wawasan baru bagi pemirsanya. Terkadang peserta debatnya pun tidak semuanya kompeten. Lihatlah debat sampah mereka edisi lebaran kemarin. Angelina Sondakh memang terlihat begitu cerdas dan merajalela dengan datanya yang tumpah ruah, karena lawannya hanyalah seorang Raslina Rasyidin yang berpikir common-sense saja ala orang LSM. Begitu pula Ricky Jo yang tampak jauh lebih kompeten daripada Aji Massaid, yang nggak pernah bisa menjawab pertanyaan Ricky Jo secara konkrit.

Yang ketiga adalah acara talk show favorit kita semua yaitu Oprah Winfrey Show. Dalam episode 'Oprah & The Osmonds' ini, Oprah mengundang keluarga besar Osmond yang berjumlah lebih dari 100 orang yang tersebar di seantero Amerika, mulai dari Salt Lake City di Utah hingga Chicago. Sekedar mengingatkan, bagi anda yang mungkin sudah lupa, The Osmonds adalah boy-band bersaudara yang menjadi idola remaja Amerika dan dunia di era 1970-an. Mereka terdiri dari Alan Osmond, Wayne Osmond , Merrill Osmond, Jay Osmond, Jimmy Osmond, Donny Osmond, dan Marie Osmond. Dua nama terakhir bahkan memiliki acara talk show yang mereka pandu berdua yaitu Donny & Marie Show tahun 1976, ketika masing-masing masih berusia 18 dan 17 tahun!

Jay, Jimmy, Wayne, Marie, Donny, Merrill, & Alan Osmond

Mereka bersaudara adalah tujuh dari sembilan putra George Osmond Sr dengan Olive Osmond, keluarga sederhana dengan daya juang yang luar biasa. Dua putra pertama Osmond Sr, yaitu Virl Osmond dan Tom Osmond menderita tuli semenjak mereka lahir. Dan tujuh adik-adiknya berjuang keras untuk membiayai pengobatan kedua kakaknya dengan cara bernyanyi. Donny & Marie bahkan sudah mulai muncul dalam Andy Williams Show ketika mereka masing-masing masih berumur 9 dan 7 tahun. Ya, hanya darah seni yang terwaris dari George dan Olive kepada tujuh anak terakhirnya. Dalam acara itu, The Osmonds bercerita tentang perjalanan karier masing-masing (terutama Donny dan Marie) yang begitu tough dalam mengejar kesuksesan, ketika mereka sedang jaya dan bangkrut. Tak jarang saya pun nyaris mengeluarkan air mata melihat kisah hidup mereka yang begitu dramatis. Intinya, saya sangat salut kepada George dan Olive yang mampu membentuk keluarga yang luar biasa dengan ikatan persaudaraannya yang begitu kental. Sesuatu hal yang sangat jarang terjadi di keluarga Amerika dan keluarga besar dari ibu saya.

Oprah dan 100 Keluarga Osmond

Mungkin Oprah benar, dibalik kehebatan seorang suami, berdiri seorang istri yang tangguh, begitu pula dibalik kesuksesan seorang anak, berdiri sepasang orang tua yang luar biasa. Thank's a bunch, Oprah atas pelajaran yang tak terhingga dari keluarga Osmond.

Salam,





[1] http://www.kompas.com/
Pictures were taken from here, here, here, here, here, & here without permission

18 comments »

  • Fajar Indra said:  

    kata mak gue, Alan Osmond juga pernah jadi pacarnya si Karen Carpenter lho, tapi sayang, si karen keburu meninggal gara-gara emetine cardiotoxicity

  • Unknown said:  

    iya. semoga kang fajar tak sekedar melampaui kehebatan sang ortu...lebih dari itu.

  • Anonymous said:  

    waduh,saya hanya ikutiyang pertama aja and baru tahu neh...
    walah ga nyambung
    "kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuur"

  • Anonymous said:  

    Salut atas opini bang Indra. Saya sebagai umat non-muslim kadang hanya bisa 'mbatin' saja.

  • Anonymous said:  

    Saya paling sebel liat acara debat parpol atau debat pilgub di tivi.penontonnya pada norak pake tereak2 pula. kandidatnya juga ga kredibel. Sumpe..ga bisa diambil hikmahnya. Barbar bgt.
    Kl ada kandidat yang lagi debat,penonton ga usah sorak sorai gitu. Wong menang ora kondang.
    Saya juga nonton debat capres en cawapres AS. Ga ada tuh penonton tereak heboh en tepuk tangan kl kandidat yang didukung ngeluarin statement bagus or atau meng''Huuu'' kandidat yang ga njawabnya plintat plintut. Indonesia kl urusan begini sih masih norak abissss...

  • Anonymous said:  

    inform nya bagus sekali, jd mau berkunjung truz dech besok2..
    oprah winfrey memang slalu menyuguhkan acara yg sarat makna..
    keep survive fren !


    Yup !

  • Syamsul Alam said:  

    Acara luar emang lebih bagus dan lebih beradab (beberapa)...

    Ini juga salah satu alasanku mengganti tivi rumahku dengan TV kabel...

    Sualut saya dengan pengamatan sebagus ini.... Mas satu dari beberapa orang pandai di Indonesia.... hihihihi....

  • ipam nugroho said:  

    klo menurut saya, debat parpol di Indo, sudah masuk pada komoditi hiburan belaka dan sekedar mencari popularitas pada masing2 individu, ini dimanfaatkan oleh stasiun TV yg menayangkannya buat mengeruk iklan sebanyak-banyaknya. Inilah gambaran demokrasi nyleneh yg ada dinegeri ini, melenceng dari substansinya!

  • Anonymous said:  

    Wah tipiku isane mung TVRI thok e bro..dadi yo ra kenal karo mbak Oprah kuwi...sopo to kuwi??hehehehe...

    Sori bro lagi mumet mikirke blogku, dadi ngirim komentar wagu..hehehe..btw minal aidin wal faizin...mangap lahir batin ya...

  • Kristina Dian Safitry said:  

    kirain dirimu yang kenegara paman sam. kok gk ngajak2 gitu lho,he..he..

  • Anonymous said:  

    anda memang berani bung, salut !

    ga mau berpanjang komen lg, karena beda kepala beda pandangan :)

    bukankah INdonesia terbiasa dgn pluralisme ? :)

  • Anonymous said:  

    Oooo..ngerti deh ane. Kirain mas fajar nyang pegi ke megara paman sam. hehehhe

  • Riri said:  

    bunda jadi inget sama mertua yang tinggal di USA, kasian kalo mau teraweh mesti satu jam ke kedubes... lebarannya enggak serame di indonesia..ya iyalah..

  • Anonymous said:  

    aku suka sama acaranya oprah winfrey bagus gitu lho :)

  • Anonymous said:  

    hemmm keren kang...rajin nonton berita neh akang...heheheh salam kenal ya

  • Fajar Indra said:  

    # gus : amiin
    # enhal : hah?
    # antonyherman : hehehe
    # eeda : setuju
    # awan clickerz : silakan
    # syamsul alam : di TV nasional juga ada kok
    # papapam : mungkin
    # nggunem : Oprah = Tukang Pijet
    # KDS & herro : doakan saja lah... :p
    # panda : lha wong lanang kok mas :p
    # B Rierie : ya begitulah
    # Lyla : sama
    # bocahgalank : salam kenal juga

    # all : sori kalo njawabnya sepotong2, abis ngantuk bow :(

  • Anonymous said:  

    Analisa yg menarik...
    ko bisa ya kaya gitu, berarti anda salah satu orang cerdas :)

  • Anonymous said:  

    debatnya org indonesia jgn dibandingkan sama org sana deh...
    kita aja kadang sampe (agak) malu nontonnya..
    apa lagi kalo pas nonton tv, sebelah kita org bule...
    hihihi... tutup muka aja de....

  • Leave your response!

    Mohon untuk menyertakan nama dan identitas (alamat web) jika ingin berkomentar. Jika anda ingin ber-anonim, mohon cantumkan email dan nama anda.